Sabtu, 28 Januari 2012

Hidangkan Dua Juz dalam Menu Setiap Hari


Mengapa harus dua juz setiap hari? 
Itulah judul tulisan pada lembaran fotocopy-an yang diberikan seorang senior beberapa minggu yang lalu. 
"Iya..kenapa harus dua juz, apa enggak kebanyakan tuh?" tanyaku pada seniorku itu. 
"Baca saja dulu, dicoba, dan lakukan saja terus menerus." jawabnya sambil senyum-senyum. 

Bukannya tidak bisa. Bisa sih, mungkin bisa kalau bulan Ramadhan. Bulan itu kan orang orang berlomba menghafalkan Al-Qur’an sebanyak mungkin. Suasana dan lingkungan memang mendukung untuk bisa mencapai target itu. Tapi kalau bulan biasa, setiap hari??? 
Ah!! Apa mungkin sanggup? Begitu pikirku pada awalnya. 

Terlepas bisa atau tidak, sanggup atau tak sanggup, kita kalkulasikan dulu waktu yang diperlukan untuk membaca Al-Qur’an. Dua Juz memakan waktu sekitar 60-80 Menit. Setiap hari kira kira waktu tersebut kita gunakan untuk apa, ya? Mungkin nonton TV, baca Koran, ngobrol dengan teman, berselancar di dunia maya? Atau untuk ikhwan mungkin digunakan menikmati pertandingan sepak bola klub favorit.

Jika 1 atau 2 jam tilawah terasa membosankan pada awalnya, kita bisa menyiasati agar “Menu” dua juz itu habis terlahap. Setiap kali selesai shalat sempatkan tilawah sekitar 15 menit, itu minimal dan mutlak. Jika belum terpenuhi dalam shalat lima waktu, maka manfaatkan waktu sebelum tidur, daripada membaca bacaan duniawi, lebih baik tilawah sampai ngantuk.

Lalu bagi para pekerja? Yang menghilang 15 menit saat waktu kerja adalah kemustahilan (kemustahilan tanpa dimarahi boss). Ini bisa juga disiasati, perjalanan dari Rumah ke tempat kerja tentu memakan waktu cukup lama. Apalagi mayoritas pekerja masa kini menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke kantor (kereta, bus, dsb). Manfaatkanlah waktu dalam perjalanan. Maka target 2 juz setiap hari dapat menjadi keniscayaan.

Sebetulnya ada banyak sekali cara lain, tergantung bagaimana kita mengatur waktu kita masing-masing.  Tapi yang pasti, minimal dua juz dalam sehari…. Bisa!

5 komentar:

  1. Assalamualaikum.
    permisi..

    saya komentar.. *gaje*
    klo saya enaknya pagi2 langsung 1 juz, soalnya klo udah masuk dunia luar nti nyampe malem2 udah tepar -kadang-
    sisanya bner juga stiap habis shalat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumussalam wr wb..

      Kalo kata Allah di surat Al-Mulk ayat 2,
      "Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya".
      Intinya muslim diperintahkan untuk melakukan amalan yang terbaik, bukan amalan standar. Sedangkan kaitannya dengan membaca Al-Qur'an,
      1 Bulan=1x khatam adalah ambang batas minimal.
      Hehe..
      Ya begitulah.. :D

      Hapus
  2. Saya jadi inget sebuah kisah ttg dijaman Rasulullah...
    (lupa nama sahabatnya) yang dia slalu mengkhatamkan Quran dalam sehari...dan ibadah sepanjang hari:puasa siang hari dan shalat spanjang malam, hingga mendapat arahan dari Rasulullah...
    untuk mkhatamkan Quran 1bln, namun spertinya begitu ringan, lalu disarankan lagi 2minngu, 1 minggu, hingga akhirnya 3 hari yang disanggupi sang sahabat.. yah 3 hari sekali itu batas maksimal mkhatamkan quran dengan puasa seperti nabi Daud (ketika masihmuda itu sangat ringan)... Namun ketika beliau sudah tua dan renta ternyta hal itu tidak ringan lagi hingga akhirnya beliau sangat bersyukur atas masukan baginda Nabi dahulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi bukan berarti khatam dibawah 3 hari= Bid'ah atau haram.
      Setahu saya di buku At Tibyan, Utsman kemudian Tammim ad Dhari mengkatamkan dalam 2 hari. Lalu Gubernur Mesir zaman Khalifah Muawiyyah, Salim bin Ghatir itu khatam 3 kali dalam sehari.

      Entah untuk hadist yang, "Tidak akan memahami orang yg membaca Al-Qur'an kurang dari tiga hari" (HR. Abu Daud). Belum baca tafsirnya.
      Tapi pernah denger menurut Imam Nawawi ini shahih, walau saya untuk inti dan maksud dari hadistnya masih belum ngerti.

      Hapus