Mengapa
harus dua juz setiap hari?
Itulah judul tulisan pada lembaran fotocopy-an yang
diberikan seorang senior beberapa minggu yang lalu.
"Iya..kenapa harus dua juz, apa enggak kebanyakan tuh?" tanyaku pada seniorku itu.
"Baca saja dulu, dicoba, dan lakukan saja terus menerus." jawabnya sambil senyum-senyum.
Bukannya tidak bisa. Bisa sih, mungkin bisa kalau bulan Ramadhan. Bulan itu kan orang orang berlomba menghafalkan Al-Qur’an sebanyak mungkin. Suasana dan lingkungan memang mendukung untuk bisa mencapai target itu. Tapi kalau bulan biasa, setiap hari???
"Iya..kenapa harus dua juz, apa enggak kebanyakan tuh?" tanyaku pada seniorku itu.
"Baca saja dulu, dicoba, dan lakukan saja terus menerus." jawabnya sambil senyum-senyum.
Bukannya tidak bisa. Bisa sih, mungkin bisa kalau bulan Ramadhan. Bulan itu kan orang orang berlomba menghafalkan Al-Qur’an sebanyak mungkin. Suasana dan lingkungan memang mendukung untuk bisa mencapai target itu. Tapi kalau bulan biasa, setiap hari???
Ah!! Apa mungkin sanggup? Begitu pikirku pada awalnya.
Terlepas bisa atau tidak, sanggup atau tak
sanggup, kita kalkulasikan dulu waktu yang diperlukan untuk membaca Al-Qur’an.
Dua Juz memakan waktu sekitar 60-80 Menit. Setiap hari kira kira waktu tersebut
kita gunakan untuk apa, ya? Mungkin nonton TV, baca Koran, ngobrol dengan
teman, berselancar di dunia maya? Atau untuk ikhwan mungkin digunakan menikmati
pertandingan sepak bola klub favorit.
Jika 1 atau 2 jam tilawah terasa membosankan pada awalnya, kita bisa menyiasati agar “Menu” dua juz itu habis terlahap. Setiap kali selesai shalat sempatkan tilawah sekitar 15 menit, itu minimal dan mutlak. Jika belum terpenuhi dalam shalat lima waktu, maka manfaatkan waktu sebelum tidur, daripada membaca bacaan duniawi, lebih baik tilawah sampai ngantuk.
Lalu
bagi para pekerja? Yang menghilang 15 menit saat waktu kerja adalah
kemustahilan (kemustahilan tanpa dimarahi boss). Ini bisa juga disiasati, perjalanan
dari Rumah ke tempat kerja tentu memakan waktu cukup lama. Apalagi mayoritas
pekerja masa kini menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke kantor (kereta,
bus, dsb). Manfaatkanlah waktu dalam perjalanan. Maka target 2 juz setiap hari
dapat menjadi keniscayaan.
Sebetulnya ada banyak sekali cara lain, tergantung bagaimana kita mengatur waktu kita masing-masing. Tapi yang pasti, minimal dua juz dalam sehari…. Bisa!